AKU
Kakiku mengenal banyak kadang, yang sering menggundahkan langkah.
Namun,hanya waktu yang tak punya kadang, karena ia selalu.
Dan apabila tak ku melangkah, tubuhku akan membusuk di kemarin lalu.
Dan tetiba,dalam langkahku suatu waktu, aku melihatmu.
Namun kadang.
Tapi kadang.
Ah, persetan dengan kepalaku, biar ku berjalan kesitu dan mengecap rindu.
Persetan dengan kadang, sebab mungkin denganmu, kadang-kadang ada selalu.
Komentar
Posting Komentar