Postingan

Sungguh Berisi[K] : "Ramadan Tiba dan Nostalgi{L}a Ramadan"

Gambar
Twitter.com/memefess Dua kali kata ketiga saya hapus, kurang dari empat kali paragraf pertama saya cancel , lebih dari lima kali saya bertanya pada tembok-tentu ia tidak akan menjawab; bagaimana caranya agar saya tidak dianggap religius atas apa yang akan saya tulis ini? 'Mungkin' sekian hari lalu orang-orang sibuk mencari hilal, karena tidak terlihat sebegitu 'aktif' layaknya tahun-tahun lalu. Baik di media, maupun atas apa saja. Atau mungkin saya yang tidak menengok atas itu. Dan meski kita sama-sama tahu golongan itu akan selalu ada; mereka yang memiliki jadwal Ramadhan pribadi. Saya pernah mempertanyakan hal ini, Mama selalu menjawab, "Ikuti jadwal pemerintah saja. Kalau kurang tepat bahkan salah, mereka yang tanggung dosanya." Lagi-lagi saya patuh. Memang 'kalau ada temannya' hal berat apapun selalu terasa menyenangkan ya, termasuk berdosa bersama. Saya tidak merencanakan apa pun untuk Ramadan kali ini. Emang karena kond...

Sungguh Berisi[K] : "Nyaris Mati, Belakangan"

Nyaris mati, belakangan. Bukan satu objek saja. Yang hampir mati adalah: manusia, keramaian, dan segala sesuatu yang melekat lengket pada sendi-sendi kehidupan manusia. Rumit sekali, belakangan. Bukan tentang omnibus law atau berita harian Brexit . Bukan. Lalu apa? Yang rumit adalah: aduh, apa? Baru terasa malam ini beberapa, entah peristiwa, entah bencana, atau apalah jenisnya, lambat laun mulai terakumulasi di kepala. Mulai dari hadirnya virus yang tak kasat mata tetapi tebarkan cemas, membungkam semesta. Covid-19, manusia menyebutnya. Ekonomi Indonesia terdampak, sekolah dan perkuliahan diganti  via daring, ribuan santri dipulangkan,  work from home diberlakukan, kepanikan menghiasi wajah semua lapisan, hingga masyarakat kelas menengah kebawah yang kalang kabut. Dan masih banyak ya lainnya? Lintas dunia, bahkan.  Keresahan yang bertubi-tubi ini tentu saja bukan kita yang minta. Keresahan yang bertubi-tubi ini bahkan bisa jadi milik ku, dan bukan kita semu...

Sungguh Berisi[K] : "Karena Aku Tidak Baik"

Akhir- akhir ini aku lebih sering mencoba mengendurkan harapan-harapan; utamanya kepada manusia. Pun jika mereka diutus Tuhan untuk memadamkan atau membakar harapan-harapan ku di atas mereka-aku tidak akan bergantung lagi; termasuk pada diriku sendiri. Aku percaya, pasti bukan hanya aku yang pernah mencintai tapi dikhianati, menyodorkan tangan tapi ditimpas. Mencoba biasa saja bahkan ketika merasa sangat sakit. Dibarengi dengan ingin menjadi sesuatu selain manusia. Apapun itu. Seringkali mengasyikan memperhatikan orang lain bisa mendapatkan curahan cinta kasih; menyadari mereka mempunyai kehidupan yang baik nan indah. Dan punya segala sesuatu yang lain. Kemudian pikiran menelisik betapa kosong dan hampanya ruang-ruang di hati dan kepala; tidak ada orang yang menunggu bahkan menempati. Tidak ada yang menyambut dengan senyum atau tangis- entah atas apa aja. Dan saat ini tidak ada yang memenuhi isi otak ku kecuali perasaan dan rasa bersalah terhadap diri sendiri dan pada...

AKU

Kakiku mengenal banyak kadang,  yang sering menggundahkan langkah. Namun,hanya waktu yang tak punya kadang, karena ia selalu. Dan apabila tak ku melangkah, tubuhku akan membusuk di kemarin lalu. Dan tetiba,dalam langkahku suatu waktu, aku melihatmu. Namun kadang. Tapi kadang. Ah, persetan dengan kepalaku, biar ku berjalan kesitu dan mengecap rindu. Persetan dengan kadang, sebab mungkin denganmu, kadang-kadang ada selalu.

Tentang

Tentang sang pecundang dan sang pengecut. Ceritanya bungkam, hanya bisikan-bisikan bisu yang ditabiri jendela berdebu. Sang pecundang dan sang pengecut, Hanya natap dibalik ambang yang jadi pelantun rindu. Begitu terus sampai terkubur waktu.

Ulang Tahun atau Tahun Ulang

Gambar
" Barakallah fii umrik anak mama kesayangan. Doa terbaik dari mama untuk mu " Tepat pukul 00.00 ibunya dan puluhan teman-teman jauh mengucapkan via whatsapp   sebuah kalimat yang konteksnya adalah ucapan selamat atas bertambahnya nominal angka usia yang sangat lengket dengan berkurangnya jatah hidupnya di dunia. Ini adalah hari ke 6.520 nya tercatat sebagai insan yang menghuni dunia yang baginya penuh kebohongan,kemunafikan, dan penghianatan. Tunggu,ataukah dia yang selalu gagal melihat keindahannya? Satu jam berlalu. Teman-teman dekatnya hilir masuk memberikan surprise dengan caranya masing-masing. Mereka terlalu baik, batinnya. "Selamat Ulang Tahun, Sayang" Ucap mereka. "Terimakasih semua. Kalian tahu? Kalian terlalu baik. Padahal aku sebagai pemilik ultah pada hari ini pun tidak terlalu peduli tentangnya" Mereka bingung, "Emang,kenapa dengan hari ini? Bukankah kebanyakan orang malah menanti hingga satu tahun, hari diman...